bctegal

Permohonan Penyediaan Pita Cukai (P3C) Awal


Posted : 25 Apr 2019

 

Untuk menciptakan suatu mekanisme penyediaan pita cukai yang menjamin efektiftas penggunaan dan efisiensi biaya pencetakan maka DJBC menetapkan prosedur permohonan penyediaan pita cukai (P3C). Dalam prosedur P3C ini pengusaha dan importir hasil tembakau dibatasi jumlah order P3C-nya sebanyak rata-rata realisasi pemesanan dalam 3 (tiga) bulan sebelumnya. Pemohon pita cukai juga diharuskan memenuhi jadwal permohonan P3C yang telah ditentukan. Kemudian sebagai bentuk control efisiensi biaya pencetakan, DJBC membuat aturan pengenaan biaya pengganti apabila pemohon pita cukai tidak merealisasikan pita-pita cukai yang sudah mereka order sebelumnya sesuai dokumen P3C-nya.

Lokasi penyediaan pita cukai hasil tembakau untuk pengusaha pabrik hasil tembakau ditentukan di dua tempat, yaitu :

1) di Kantor Pusat DJBC, dalam hal jumlah pemesanan pita cukai untuk semua jenis hasil tembakau berdasarkan CK-1 dalam bulan November tahun sebelumnya sampai dengan Oktober tahun berjalan, lebih dari 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) lembar;

2) di Kantor Bea dan Cukai, dalam hal jumlah pemesanan pita cukai untuk semua jenis hasil tembakau berdasarkan CK-1 dalam bulan November tahun sebelumnya sampai dengan Oktober tahun berjalan, sampai dengan 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) lembar;

3) Khusus pita cukai hasil tembakau untuk Importir disediakan di Kantor Pusat DJBC;

Pengertian penyediaan pita cukai adalah tahapan proses permintaan pencetakan pita cukai oleh masing-masing pengusaha BKC untuk periode bulan berikutnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengusaha BKC. Untuk penyediaan pita cukai, pengusaha wajib mengajukan P3C HT kepada Kepala Kantor. Pengajuan P3C HT tersebut dapat diajukan dalam bentuk:

1) Data elektronik; atau

2) Tulisan di atas formulir

Selanjutnya Kepala Kantor meneruskan P3C HT tersebut ke Kantor Pusat DJC dalam bentuk :

1) Data elektronik, dalam hal Kantor Bea dan cukai telah menerapkan Sistem Aplikasi Cukai sentralisasi (SAC-S); atau

2) Tulisan di atas formulir dalam hal Kantor tidak menerapkan SAC-S.

Pengajuan P3C hasil tembakau oleh pengusaha dapat terbagi menjadi tiga tahap sesuai dengan tingkat kebutuhan pita cukainya. Tahapan pertama disebut sebagai P3C pengajuan awal, tahapan ini merupakan pengajuan pita cukai yang bersifat wajib. Artinya, tahapan P3C pengajuan awal ini wajib dilakukan sebelum pengusaha mengajukan tahapan P3C berikutnya. Tahapan kedua adalah P3C tambahan (P3CT). Tahapan ini dapat dilakukan ketika kebutuhan pita cukai pengusaha tidak dapat terpenuhi sesuai dengan hak pengajuan yang dimiliki berdasarkan P3C pengajuan awal. Tahapan terakhir adalah P3CT izin Kepala Kantor (P3CT IK). Tahapan yang terakhir ini merupakan hak pengajuan pita cukai yang bersifat extra ordinary. Pengajuannya dilakukan ketika kebutuhan pita cukai pengusaha tidak dapat terpenuhi melalui tahapan P3C awal maupun P3C tambahan.

 

Untuk penyediaan pita cuka hasil tembakau, pengusaha wajib mengajukan permohonan penyediaan pita cukai P3C kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai. Permohonan penyediaan pita cukai setiap bulannya dapat dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 untuk kebutuhan 1 bulan berikutnya. Pengajuan rutin P3C setiap awal bulan ini disebut sebagai P3C pengajuan awal. Sifat pengajuan P3C pengajuan awal ini hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode persediaan untuk setiap Jenis Pita Cukai.

Dikecualikan dari batas waktu P3C pengajuan awal (tanggal 10 setiap bulannya), dapat diberikan dalam hal :

1) Pengusaha baru mendapatkan NPPBKC ;

2) Pengusaha mengalami kenaikkan golongan ;

3) Pengusaha yang NPPBKCnya diaktifkan kembali setelah pembekuannya dicabut ;

4) Pergantian tahun anggaran;

5) Pergantian desain pita cukai; atau

6) Terdapat perubahan kebijakan di bidang tarif cukai.

Jumlah pita cukai yang dapat diajukan oleh pengusaha pada P3C

pengajuan awal untuk setiap jenis pita cukai :

1) Paling banyak 100 % dari rata-rata perbulan jumlah pita cukai yang dipesan dengan CK-1 dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum P3C pengajuan awal, dengan memperhatikan batasan produksi golongan pengusaha pabrik.

Contoh : Data CK-1 atas PT XX pada bulan Maret = 500 lbr, April = 1.000 lbr, dan Mei=600 lbr, Juli = belum ada (bulan Juli baru sampai tanggal 10). Maka pengajuan P3C PT XX untuk kebutuhan bulan Agustus 2009 adalah :

P3C = 100% X 1/3 (Realisasi CK-1 Maret+April+Mei) = 100% X 1/3 (500+1000+600) = 700 lembar

2) Dalam hal data rata-rata perbulan jumlah yang dipesan dengan CK-1 dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum P3C pengajuan awal untuk jenis pita cukai yang diajukan tidak tersedia, jumlah pita cukai yang dapat diajukan berlaku ketentuan manajemen resiko, sebagai berikut:

▪ Untuk pengusaha pabrik beresiko rendah, sesuai dengan batasan produksi golongan pengusaha pabrik per bulan;

▪ Untuk pengusaha pabrik beresiko menengah, paling banyak 50% dari batasan produksi golongan pengusaha pabrik per bulan;

▪ Untuk pengusaha pabrik beresiko tinggi, paling banyak 25% dari batasan produksi golongan pengusaha pabrik per bulan.

 

P3C hanya dapat diajukan dengan ketentuan:

1) Pengusaha BKC telah memiliki NPPBKC dan tidak dalam keadaan dibekukan;

2) tidak memiliki utang cukai yang tidak dibayar pada waktunya, kekurangan cukai, dan/atau sanksi administrasi berupa denda yang belum dibayar sampai dengan tanggal jatuh tempo;

3) telah melunasi biaya pengganti penyediaan pita cukai dalam waktu yang ditetapkan;

4) tidak adanya dugaan melakukan pelanggaran pidana di bidang cukai berdasarkan rekomendasi dari salah satu unit kerja di lingkungan DJBC.

 

Sumber : Surono, Edy Purwanto. 2018. Bahan Ajar Teknis dan Fasilitas Cukai. Jakarta Timur. Pusdiklat Bea dan Cukai.

 



Dibaca : 87 kali

Komentar

    belum ada komentar

Tulis Komentar


Masukan kode berikut
Jika kode tidak tampak, refresh browser anda.

Kode Acak



Jumlah Komentar : 0
Untitled Document
Untitled Document

Hak Cipta KPPBC TMP C Tegal | Peta Situs
KPPBC TMP C Tegal Jl. Sumbawa No 2 Tegal, Jawa Tengah Telp. (0283) 323311